Menyusuri Jejak Sejarah dan Warisan Budaya Melayu di Kawasan Perlintasan Dagang Dunia

21-24 April 2011 (4H/3M)

Sejak berabad-abad yang lampau kawasan Selat Malaka telah menjadi kawasan yang sangat penting dalam percaturan politik dan perdagangan dunia. Hal ini dikarenakan letak kawasan ini yang merupakan perlintasan perdagangan dunia yang sangat sibuk dan ramai.

Lebih dari itu, kawasan ini diberkati Tuhan dengan keindahan alamnya yang sangat menakjubkan. Gugusan ribuan pulau-pulau besar dan kecil di kawasan ini merupakan pesona alam yang sangat disukai para pelancong mancanegara. Pasir putih halus di sepanjang pantainya membuat wisata pantai di kawasan ini sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Oleh sebab itulah kawasan ini sejak lama telah menjadi rebutan berbagai kekuatan kolinial dunia. Sejarah mencatat kekuasaan kolonial Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang silih berganti menduduki kawasan yang strategis ini. Peninggalan kekuasaan kolonial tersebut di atas hingga kini masih dapat dengan mudah kita lihat jejaknya di masa kini.

Maka tidaklah mengherankan jika saat ini, kawasan ini tumbuh menjadi kawasan pusat industri dan perdagangan regional, tujuan wisata pantai kelas dunia, maupun wisata belanja yang sangat populer dan sudah mendunia. Kawasan ini juga menjadi tempat pertemuan berbagai kebudayaan dunia di mana kesemuanya dapat hidup berdampingan dengan harmonis, jauh dari konflik sosial seperti yang sering melanda bagian lainnya di luar kawasan ini dan menjadikannya sebagai tempat pelancongan yang bukan saja menarik tetapi juga aman.

Melalui tour ini, kami akan mengajak anda untuk menemukan dan merasakan sendiri pesona kawasan selat Malaka dengan mengunjungi 3 pulau penting di kawasan ini yaitu:

Batam, pulau yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia sejak awal tahun 70an dan saat ini telah berkembang menjadi kota industri elekronik dan maritim berteknologi tinggi. Dengan pertumbuhan industrinya yang sangat pesat, Pulau Batam juga telah berkembang menjadi salah satu pusat wisata belanja, kuliner dan konferensi yang penting di Indonesia terutama sejak sepuluh tahun terakhir.

Bintan, pulau terbesar dari gugusan pulau-pulau di kawasan Selat Malaka, merupakan pusat kesultanan Melayu Riau di abad ke sembilan belas sebelum ditaklukkan kolonial Belanda.

Di Pulau Bintan terletak kota Tanjungpinang yang merupakan ibukota provinsi Kepulauan Riau. Kota Tanjungpinang dikenal juga sebagai kota Gurindam dan negeri Pantun. Di seb erang kota Tanjungpinang terdapat pulau kecil yang bernama Pulau Penyengat yang dulunya merupakan pusat kerajaan Melayu Riau dan tempat lahirnya berbagai maha karya sastera Melayu termasuk Gurindam Duabelas karya Raja Ali Haji yang terkenal itu.

Singapura, pulau yang besarnya 2/3 Pulau Bintan ini tak pelak lagi merupakan pusat industri dan perdagangan di kawasan selat Malaka ini. Ukurannya yang kecil itu tidak menghalanginya menjadi salah satu negara tersibuk dan terbanyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Tidak heran negeri ini dapat juga disebut sebagai permatanya kawasan selat Malaka.

Negeri kota yang kecil dan miskin dengan sumberdaya alamnya ini, bahkan mampu menjadikan dirinya menjadi pusat pendikan dan teknologi termaju di kawasan Asean.

Pusat perbelanjaan ternama Singapura Orchard Road

Saat ini, selain menjadi pusat industri, perdagangan dan pendidikan, Singapura merupakan surga belanja dan wisata kuliner terpenting di kawasan Asia Tenggara.

Untuk informasi lebih detil dan reservasi tour ini silahkan hubungi:

info@anugerah-indonesia.com

atauTlp. 0711 7003597 atau 0771 41158 

Attn: Yasinta, Sarah atau Nanang